GANGGUAN AFEKTIF BIPOLAR PDF

Pasien dengan mood yang meninggi menunjukan sikap meluap-luap, gagasan yang meloncat-loncat, penurunan kebutuhan tidur, peninggian harga diri dan gagasan kebesaran. Pasien dengan mood yang terdepresi merasakan hilangnya energi dan minat, perasaan bersalah, kesulitan berkonsentrasi, hilangnya naafsu makan, pikiran tentang kematian dan bunuh diri. Mania dan hipomania agak sulit di temukan karen kegembiraan jarang mendorong seseorang untuk berobat ke dokter. Secara sederhana, depresiadalah suatu pengalaman yang menyakitkan dan perasaan tidak ada harapan.

Author:Felabar Kajirisar
Country:Paraguay
Language:English (Spanish)
Genre:Music
Published (Last):11 November 2007
Pages:114
PDF File Size:15.77 Mb
ePub File Size:14.72 Mb
ISBN:233-5-23749-398-7
Downloads:55449
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Shak



Pasien dengan mood yang meninggi menunjukan sikap meluap-luap, gagasan yang meloncat-loncat, penurunan kebutuhan tidur, peninggian harga diri dan gagasan kebesaran. Pasien dengan mood yang terdepresi merasakan hilangnya energi dan minat, perasaan bersalah, kesulitan berkonsentrasi, hilangnya naafsu makan, pikiran tentang kematian dan bunuh diri.

Mania dan hipomania agak sulit di temukan karen kegembiraan jarang mendorong seseorang untuk berobat ke dokter. Secara sederhana, depresiadalah suatu pengalaman yang menyakitkan dan perasaan tidak ada harapan.

Pada saat ini, depresi menjadi gangguan kejiwaaan yang sangat mempengaruhi kehidupan, baik hubungan dengan orang lain maupun dalam hal pekerjaan. WHO memprediksikan pada tahun , depresi akan menjadi salah satu penyakit mental yang banyak di alami masyarakat dunia. Gejala gangguan bipolar sangat bervariasai dan sering mempengaruhi keseharian individu dan hubungan interpersonal. Gangguan bipolar memiliki resiko bunuh diri yang besar.

Tujuan Makalah ini disusun guna untuk memenuhi tugas mata kuliah Psikologi Abnormal dan Psikopatologi. Gangguan Afeksi Gangguann afeksi merupakan gangguan pada afeksi emosi atau mood suasana hati seseorang. Dan penderita dapat mengalami depresi atau manik kegirangan yang tidak wajar atau dapat bergantian antara manik dan depresif Atkinson dkk, Dan depresi dianggap abnormal ketika depresi tersebut di luar kewajaran dan berlanjut sampai saat di mana kebanyakan orang sudah dapat pulih kembali Atkinson dkk, Depresi pada orang normal seperti keadaan murung kesedihan, patah hati, dan patah semangat ditandai dengan tidak puas, menurunnya aktivitas, dan pesimisme.

Sedangkan depresi abnormal seperti ketidakmauan yang ekstrim untuk merespon stimulus dan disertai menurunnya nilai diri, ketidakmampuan, delusi, dan putus asa Chaplin, Dan penderita depresi tidak mampu mengambil keputusan untuk memulai suatu kegiatan atau memusatkan perhatiannya dan ekstrimnya penderita dapat disertai adanya kecemasan dan bisa mencoba bunuh diri Atkison dkk, Episode Manik Manik dapat diartikan sebagai tingkah laku berang, keras, bengis, kasar, tidak terkontrol, yang disertai tindakan motorik yang berlebihan dan perilaku impulsif.

Dan dikategorikan menjadi episode manik ringan Hipomania dan episode parah Mania. Pada episode ringan, penderita penuh dengan energi, antusias, dan percaya diri dan perilaku manik dibandingkan dengan orang normal seringkali lebih mengekspresikan kebencian daripada kegembiraan. Dan pada episode parah mania , penderita amat bersemangat dan harus selalu aktif. Jika orang lain menggangunya aktivitasnya, maka ia akan marah dan akan menjadi ganas.

Penderita ini selain mengalami disorientasi, juga sering mengalami delusi. Gerakkannya banyak sekali. Banyak berbicara dengan cepat dan ketawa-tawa riang; suka bernyanyi-nyanyi dan mengeluarkan kata-kata atau bahasa yang kotor-kotor.

Biasanya pasien amat gelisah. Menjadi irritable dan gelisah. Dan tidak lagi mengenal larangan dan pantangan-pantangan inhibition. Dalam keadaan exited ini pasien sering melakukan kekerasan , membanting-banting dan merusak segala sesuatu yang dapat dijangkaunya.

Jadi ribut dan kegila-gilaan. Ada beberapa jenis yaitu gangguan efektif ringan, gangguan efektif neurotik, dan psikisis afektif. Phikhosa manis depresif ini merupakan kekalutan mental yang serius berbentuk gangguan emosionil yang ekstrim, yaitu terus-menerus bergerak antara gembira-ria tertawa-tawa elation sampai dengan rasa depresif sedih putus asa.

Penderitanya selalu dihinggapi ketegangan-ketegangan afektif dan agresi yang terhambat-hambat. Impulsnya kuat,tapi pendek dan tidak bias dikontrol atau dikendalikan. Misalnya kacau, ingatanya jadi makin mundur. Pasien jadi sangat egosentris, dan tingkah lakunya kekanak-kanakan. Beberapa individu dapat mengalami manik saja,tetapi kebanyakan individu yang mengalami episode manikjuga mengalami saat-saat depresi. Siklus episodenya dapat berganti-gantiantara episode manic dengan episode depresif,serta sering menunjukkan perilaku norma di antara kedua episode tersebut.

Gangguan Manik-Deprsif serngkali disebut dengan istilah gangguan bipolar, karena penderita beralih dari satu kutub perasaan ke kutub perasaan lainnya Atkinson dkk, Sebab-sebab dari timbulnya psykosamanik-depresif yaitu: 1. Sebab Organic a. Gangguan glanduler pada kelenja-kelenjar thyroid, gonodal, parathyroid.

Infeksi-infeksi trauma atau luka-luka dan keracunan. Sebab-sebab Herediter Banyak pasien yang mempunyai sanak keluarga yang sakit jiwanya atau mempunyai gangguan mental yang serius.

Sebabnya yaitu sebagai berikut ini: a. Sedang unsur depresinya merupakan reaksi untuk melupakan kegagalan-kegagalannya. Pada umumnya ada rasa-rasa penyesalan. Ada usaha untuk melarikan diri dari kenyataan hidup, dan muncullah rasa-rasa putus asa. Type-type kepribadian cyclothim atau ekstrovet mempunyai kolerasi dengan gangguan manik depresif ini.

Tidak ada control emosi. Gangguan Depresi Mayor Gangguan depresi mayor, ini adalah gangguan afektif berat yang hanya meliputi depresi. Gangguan depresi mayor subakut Dengan cirri-ciri: semangat hidup menghilang, aktivitas mental maupun fisik menjadi lamban, dibutuhkan usaha keras untuk melaksanakan pekerjaan, diliputi perasaan tidak berharga, gagal, berdosa, dan bersalah, kehilangan selera makan, sehingga berat badan menurun dan terserang gangguan pencernaan, berbicara dengan suara monoton dan hemat dalam berkata-kata, senang duduk sendiri dan mengenang masa lalu, lelah, sembelit dan susah tidur.

Gangguan depresi mayor akut Dengan ciri-ciri: berangsur-angsur menjadi tidak aktif, cenderung mengisolasi diri, tidak mau berbicara, dan sangat lambat memberikan respon, merasa bersalah dan tidak berharga, gelisah, mondar-mandir dan meremas-remas tangan, merasa bertanggungjawab terhadap masalah atau musibah yang terjadi dalam masyarakat, putus asa, kadang-kadang di sertai halusinasi.

Stupor depresi atau Multisme Yakni keadaan diam mematung dengan ciri-ciri lain: sama sekali tidak responsive dan tidak aktif, tidak bisa turun dari tempat tidur dan sama sekali acuh tak acuh terhadap sesuatu yang berlangsung di sekitarnya, harus di tolong jika ingin buang besar, mengalami halusinasi dan delusi. Gangguan Afektif Bipolar Gangguan afektif bipolar yaitu, Kraeplin, psikologis depresif-manik gejalanya berupa rangkaian rasa gembira dan sedih yang ekstrem, diselingi jeda keadaan normal.

Corak gangguannya di tentukan oleh perasaan apa yang mendominasi, depresif manic atau campuran. Ada beberapa jenisnya yaitu sebagai berikut: 1. Mania subakut Dengan ciri-ciri: diliputi perasaan gembira bertaraf sedang dan sifat overaktif, sangat percaya pada kemampuan dan pengetahuannya, serta senang menyampaikan pendapat apa saja kepada siapa saja, proses berpikirnya cepat dan selalu menyibukkan dengan berbagai kegiatan.

Mania akut Dengan ciri-ciri: omongan besar, bersikap diktator, dan senang memerintah siapa saja. Mudah marah prilakunya menjadi serba kasar-keras dan bengis, senang berjalan mondar mandir, bernyanyi keras-keras, membentur-benturkan kepalanya ke tembok, kendali moralnya sama sekali hilang, sehingga bicaranya sangat jorok, senang memamerkan aurat dan berbuat tidak senonoh.

Mania disertai delirium atau kekacauan mental Dengan ciri-ciri: Prilakunya kacau, liar, dan bengis, pikirannya kacau dan mengalami delusi, berjalan mondar mandir, bernyanyi-nyanyi, berteriak-teriak, mengacung-acungkan tangan selama berhari-hari.

Kadang tidak mau makan dan lain waktu dapat menghabiskan semua makanan, prilakunya kotor dan tidak memiliki rasa malu, kehilangan berat badan serta rentan terhadap serangan jantung, stroke dan aneka penyakit lain. Penyebab dari semua gangguan di atas dapat berasal dari kondisi bawaan, terpicu oleh stress, ciri kepribadian terhenti, kecenderungan untuk memandang segala sesuatu serba negative, perasaan bersalah, sebagai kiat mempertahankan ego dari stress.

Depresi pada Masa Kanak-kanak dan Remaja Anak-anak dan reamaja dapat mendrita gangguan mood,termasuk gangguan biopolar dan depresi mayor.

Seperti orang-orang dewasa yang depresi, anak-anak dan remaja ini memiliki persaan tidak berdaya,pola pikir yang lebih terdistorsi, kecenderungan untuk menyalahkan diri sendiri sehubungan dengan kejadian-kejadian negative,serta self esteem, self confidence, dan persepsi akan kompetesi yang lebih rendah dibandingkan teman-teman sebayanya yang tidak depresi lewinshon dkk,; kovacs, Namun depresi pada anak-anak dan remaja memiliki ciri yang berbeda , seperti menolak masuk sekolah ,takut akan kematian orangtua ,dan terikat pada orangtua.

Masalah akademik ,keluhan fisik, dan bahkan hiperaktivitas dapat bersumber dari depresi yang tidak disadari. Diantara para remaja,agresivitas dan perilaku seksual yang berlebihan juga dapat menjadi tanda adanya depresi. Satu hal yang harus kita ketahui yaitu bahwa anak-anak atau remaja yang depresi mungkin gagal untuk melebel perasaan mereka sebagai depresi. Mereka mungkin tidak melaporkan perasaan sedih walaupun mereka tampak sedih bagi orang laindan menangis Goleman, Sebagian dari masalahnya adalah perkembangan kognitifnya.

Mereka pada usia tertentu belum menyadari bahwa apa yang mereka alami itu adalah depresi. Lamanya episode depresi mayor pada anak-anak dan remaja kira-kira 11 bulan, tetapi episode individual bias berlangsung sampai 18 bulan pada beberapa kasus Goleman Depresi pada remaja diasosiakan dengan meningkatnya resiko terjadinya episode depresi mayor di masa mendatangdan percobaan bunuh diri dimasa dewasa Weisman, Batasa antara depresi normal dan depresi abnormal tidak jelas, tetapi ada dua faktor yang harus dipertimbangkan dalam mengadakan perbedaan, yakni faktor kedalaman depresi dan faktor lamanya depresi.

Perbedaan antara depresi eksogen dan endogen adalah penting berkenaan dengan perawatan. Psikoterapi mungkin sangat efektif untuk orang-orang yang mengalami depresi eksogen, sedangkan obat mungkin sangat efektif untuk orang-orang yang mengalami depresi endogen.

Depresi Primer dan Depresi sekunder Individu yang mengalami stres dimana simtom primernya adalah depresi. Akan tetapi, perlu juga diketahui bahwa depresi itu mungkin juga merupakan simtom sekunder pada individu yang mengalami gangguan lain yang sudah ada sebelumnya, seperti kecemasan, alkohoisme, skizofrenia, atau gangguan fisik Andreason, Depresi Involusional dan Depresi Postpartum Istilah depresi involusional digunakan untuk menyebut depresi yang berkaitan dengan permulaan atau awal dari usia lanjut.

Depresi postpartum mengacu pada suatu depresi yang relatif berat fan timbul segera sesudah seorang wanita melahirkan anak Hopkins, et al.

FLUKE 893A PDF

Kenali Tipe Gangguan Afektif Bipolar

Tidak boleh ada gejala yang berat diantaranya. Waham biasanya melibatkan ide tentang dosa, kemiskinan, atau malapetaka yang mengancam, dan pasien merasa bertanggung jawab akan hal itu. Namun kategori ini tetap harus digunakan jika ternyata ada episode singkat dari peninggian afek dan hiperaktivitas ringan yang memenuhi kriteria hipomania segera sesudah suatu episode depresif. Pada semua episode, sekurangnya ada dua episode telah berlangsung masing — masing selama minimal 2 minggu dengan ada waktu beberapa bulan tanpa gangguan afektif yang bermakna. Yang khas adalah bahwa biasanya ada penyembuhan sempurna antar episode. Episode manik biasanya mulai dengan tiba — tiba dan beralngsung antara 2 minggu sampai 4 — 5 bulan, episode depresi cenderung berlangsung lebih lama rata — rata sekitar 6 bulan meskipun jarang melebihi 1 thun kecuali pada orang usia lanjut. Kedua macam episode itu seringkali terajdi setelah peristiwa hidup yang penuh stres atau trauma mental lain adanya stres tidak esensial untuk penegakan diagnosis.

FLORAL GLOBE KUSUDAMA PDF

gangguan afektif bipolar

F30 Episode Manik F Sering ada peningkatan kemampuan untuk bergaul yang berlebihan, peningkatan energi seksual, dan pengurangan kebutuhan tidur. Konsentrasi dan perhatiannya mengalami hendaya, sehingga kurang bisa duduk tenang untuk bekerja atau menikmati hiburan. Pedoman diagnostik Gejala-gejala di atas seharusnya ada sekurang-kurangnya beberapa hari berturut-turut, jika terjadi kekacauan menyeluruh atau berat pada kelancaran kerja dan aktivitas sosial maka diagnosis mania F Suasana perasaan mood meninggi tidak sepadan dengan keadaan individu, dan dapat bervariasi antara keriangan seolah-olah bebas dari masalah apapun sampai keadaan eksitasi yang hampir tidak terkendali.

Related Articles