KLASIFIKASI SPODOPTERA LITURA PDF

Jugis In sexually reproductive animals, recognition and attraction of potential mates can occur in the form of pheromones. These methodologies are already the base of exciting findings and are promising tools for documenting and simulating the behavior of other small pelagic organisms, forecasting their migration in sppdoptera changing ocean. Larva berasal dari telur hasil pemijahan yang dirangsang klasifikai hormon di Taiwan dan ditransportasikan segera setelah menetas D-0 melalui transportasi udara ke laboratotium pembenihan BBRPBL, Gondol. Of the domiciles searched, 12 were considered positive and 20 breeding places were found.

Author:Fenribar Vujinn
Country:Brunei Darussalam
Language:English (Spanish)
Genre:Video
Published (Last):21 February 2006
Pages:161
PDF File Size:13.97 Mb
ePub File Size:20.86 Mb
ISBN:523-7-48853-410-6
Downloads:58418
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Fenrijinn



Larvanya ulatnya dikenal sebagai hama yang sangat merusak. Ulat yang tidak berbulu oleh awam biasa disebut ulat tentara atau ulat grayak. Ulat grayak Spodoptera litura merupakan salah satu hama yang menyerang tanaman cabai.

Ulat grayak Spodoptera litura menyerang tanaman pada malam hari, sedangkan pada siang hari berada di dalam tanah. Pada umumnya, ulat grayak menyerang satu tanaman secara bersama-sama sampai seluruh daun tanaman tersebut habis, baru kemudian ke tanaman lain.

Ulat ini berumur 20 hari selama hidupnya menyerang tanaman. Gejala Hama ulat grayak menyerang daun dan buah cabai. Serangannya ditandai dengan daun-daun yang terlihat berwarna agak putih, karena yang tertinggal hanya selaput daun bagian atas. Bagian daging daun sebelah bawah telah dimakan oleh ulat ini. Pada awal serangan daun terlihat berlubang-lubang, lama kelamaan hanya tertinggal tulang-tulang daun.

Hama ini menyerang bagian daun tanaman cabai secara bergerombol. Daun yang terserang berlubang dan meranggas. Pada serangan parah, biasanya terjadi saat musim kemarau, menyebabkan defoliasi daun yang sangat berat. Serangan ulat yang masih kecil mengakibatkan bagian daun tanaman cabai yang tersisa tinggal epidermis bagian atas dan tulang daunnya saja. Ulat yang besar memakan tulang daun. Serangan berat dapat mengakibatkan tanaman menjadi gundul.

Ulat grayak disebut juga dengan nama ulat tentara. Seperti halnya jenis hama ulat lain, hama ini menyerang tanaman cabai pada malam hari, sedang siang harinya beresembunyi di balik mulsa atau di dalam tanah. Hama ini bersifat polifag mempunyai kisaran inang yang cukup luas. Jika daun suatu tanaman rusak, maka tanaman tidak dapat fotosintesis dan tidak dapat meningkatkan produktivitas tanaman tersebut.

Biologi Ciri-ciri Karakteristik Ulat Grayak Spodoptera litura Serangga dewasa jenis Spodoptera litura , memiliki ukuran panjang badan 20 - 25 mm, berumur 5 - 10 hari dan untuk seekor serangga betina jenis ini dapat bertelur 1. Serangga ini sangat aktif pada malam hari, sementara pada siang hari serangga dewasa ini diam ditempat yang gelap dan bersembunyi.

Larva Spodoptera litura memiliki jumlah instar 5 dengan ukuran instar 1 panjang 1,0 mm dan instar 5 panjang 40 - 50 mm berwarna coklat sampai coklat kehitaman dengan bercak-bercak kuning dan berumur 20 - 26 hari.

Sepanjang badan pada kedua sisinya masing-masing terdapat 2 garis coklat muda. Sedangkan ulat dewasa berwarna abu-abu gelap atau cokelat. Larva akan menjadi pupa kepompong yang dibentuk di bawah permukaan tanah. Daur hidup dari telur menjadi kupu-kupu berkisar antara 30 hari hingga 61 hari. Stadium yang membahayakan dari hama Spodoptera litura adalah larva ulat karena menyerang secara bersama-sama dalam jumlah yang sangat besar untuk menunjang metamorfosisnya.

Ulat ini memangsa segala jenis tanaman polifag , termasuk menyerang tanaman cabai. Daur hidup ulat grayak Spodoptera litura dapat dilihat dari bagan berikut ini : 1. Telur Telur berbentuk hampir bulat dengan bagian dasar melekat pada daun kadang- kadang tersusun dua lapis , berwarna coklat kekuningan.

Telur diletakkan pada bagian daun atau bagian tanaman lainnya, baik pada tanaman inang maupun bukan inang. Bentuk telur ber- variasi. Kelompok telur tertutup bulu seperti beludru yang berasal dari bulu- bulu tubuh bagian ujung ngengat betina, berwarna kuning kecoklatan.

Produksi telur mencapai 3. Stadium telur berlangsung selam 3 hari 2;10; Setelah telur menetas, ulat tinggal untuk sementara waktu di tempat telur diletakkan. Beberapa hari kemudian, ulat tersebut berpencaran. Larva Larva mempunyai warna yang bervariasi, memiliki kalung bulan sabit berwarna hitam pada segmen abdomen keempat dan kesepuluh.

Pada sisi lateral dorsal terdapat garis kuning. Ulat yang baru menetas berwarna hijau muda, bagian sisi coklat tua atau hitam kecoklatan, dan hidup berkelompok. Pada siang hari, larva bersembunyi di dalam tanah atau tempat yang lembap dan menyerang tanaman pada malam hari atau pada intensitas cahaya matahari yang rendah. Biasanya ulat berpindah ke tanaman lain secara bergerombol dalam jumlah besar.

Stadium ulat terdiri atas 6 instar yang berlangsung selama 14 hari. Ulat berkepompong di dalam tanah. Stadia kepompong dan ngengat, masing-masing berlangsung selama 8 dan 9 hari. Ngengat meletakkan telur pada umur hari. Warna dan perilaku ulat instar terakhir mirip ulat tanah Agrothis ipsilon, namun terdapat perbedaan yang cukup mencolok, yaitu pada ulat grayak terdapat tanda bulan sabit berwarna hijau gelap dengan garis punggung gelap memanjang.

Pada umur 2 minggu, panjang ulat sekitar 5 cm. Ulat berkepompong di dalam tanah, membentuk pupa tanpa rumah pupa kokon , berwarna coklat kemerahan dengan panjang sekitar 1,60 cm. Siklus hidup berkisar antara hari lama stadium telur hari. Stadium larva terdiri atas 5 instar yang berlangsung selama hari.

Lama stadium pupa hari. Ngengat Seekor ngengat betina dapat meletakkan 2. Sayap ngengat bagian depan berwarna coklat atau keperakan, dan sayap belakang berwarna keputihan dengan bercak hitam.

Kemampuan terbang ngengat pada malam hari mencapai 5 km D. Faktor yang Berpengaruh Terhadap Perkembangan Ulat Grayak Spodoptera litura Pertumbuhan populasi ulat grayak Spodoptera litura sering dipicu oleh situasi dan kondisi lingkungan, yakni: 1. Cuaca panas. Pada kondisi kering dan suhu tinggi, metabolisme serangga hama meningkat sehingga memperpendek siklus hidup. Akibatnya jumlah telur yang dihasilkan meningkat dan akhirnya mendorong peningkatan populasi.

Penanaman tidak serentak dalam satu areal yang luas. Penanaman tanaman seperti kedelai yang tidak serentak menyebabkan tanaman berada pada fase pertumbuh- an yang berbeda-beda sehingga makanan ulat grayak selalu tersedia di lapangan. Akibatnya, pertumbuhan populasi hama makin meningkat kare- na makanan tersedia sepanjang musim. Aplikasi insektisida. Ulat grayak juga menyerang berbagai gulma, seperti Limnocharis sp. Pengendalian Ulat Grayak Spodoptera litura Pengendalian secara terpadu terhadap hama ini dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut.

Pengendalian dilakukan secara mekanis, yaitu mengumpulkan telur dan ulat-ulatnya kemudian langsung membunuhnya. Dapat pula dilakukan dengan pemangkasan daun yang telah menjadi sarang telur ngengat dan membakarnya b.

Pengendalian dilakukan secara biologis, yaitu dengan cara menyemprotkan Bacillus thuringienis atau Borrelinavirus litura c. Pengendalian dilakukan secara kultur teknis , yaitu menjaga kebersihan kebun dari gulma dan sisa-sisa tanaman yang menjadi tempat persembunyia hama, serta melakukan rotasi tanaman. Pengendalian dilakukan secara kimiawi, yakni sebagai berikut. Pemasangan sex pheromone, yaitu perangkap ngengat kupu-kupu jantan.

Sex pheromone merupakan aroma yag dikeluarkan oleh serangga betina dewasa yang dapat menimbulkan rangsangan seksual birahi pada serangga jantan dewasa untuk menghmapiri dan melakukan perkawinan sehingga membuahkan keturunan.

Sex pheromone ini sangat efektif untuk dijadikan perangkap kupu-kuu dewasa dari ulat grayak S. Cara pemaagan Ugratas merh in adalah dimasukkan ke dalam botol bekas Aqua volume cc yang diberi lubang kecil untuk tempat masuknya kupu-kupu janta. Satu hektar kebun cabai cukup dipasang 5 buah hingga 10 buh Ugratas merah dengan cara digantungkan sedikit lebih tinggi di atas tanaman cabai. Keuntungan penggunaa Ugratas ini, antara lain, adalah aman bagi manusia dan ternak, tidak berdampak negatif tehadap lingkungan, dapa meekan penggunaan insektisida tidak menimbulkan kekebalan hama, dan dapat memperlambat perkembangan hama tersebut.

Pembuatan perangkap ulat grayak, yaitu dengan cara pembuatan parit sepanjang sisi kebun dengan lebar 60 cm dan dalam 45 cm. Ulat grayak yang masuk ke dalam parit dimatikan dengan menggulung kayu bulat yang digerakkan maju mundur di atas ulat grayak.

Cara lain adalah paritnya diisi dengan jerami atau bahan lainnya yang mudah terbakar, lalu dibakar hingga ulat grayaknya mati. Pembersihan gulma supaya tidak menjadi tempat berkembang biak dan berembunyi ngengat dan ulat. Pengolahan tanah secara baik sehingga dapat membunuh kepompong ulat grayak yang bersembunyi di dalam tanah.

Arti Penting Antraknosa pada cabai merupakan penyakit yang paling sering ditemukan dan hampir selalu terjadi disetiap areal tanaman cabai. Penyakit Antraknosa ini disebabkan oleh cendawan Colletotrichum capsici Syd. Penyakit ini selain mengakibatkan penurunan hasil juga dapat merusak nilai estetika dari cabai itu sendiri. Serangan patogen ini dapat terjadi baik sebelum maupun setelah panen. Penurunan hasil akibat antraknosa dapat mencapai 50 persen atau lebih.

GA-K8NF-9 MANUAL PDF

KLASIFIKASI SPODOPTERA LITURA PDF

Spesies: Spodoptera litura F. Morfologi Ulat Grayak Ulat garyak mempunyai titik hitam arah lateral pada setiap abdomen. Larva mudah berwarna kehijau-hijauan, instar pertam tubuh berwarna hijau kuning, panjang 2,,74 mm dan tubuh berbulu-bulu halus, kepala berwarna hitam dengan lebar 0,,3 mm. Instar kedua, tubuh berwarna hijau panjang 3,,0 mm, bulu tidak terlihat dan ruas abdomen pertama terdapat garus hitam meningkat pada bagian dorsal terdapat garis putih memanjang dari torak hingga ujung abdomen.

BAXI COMBI 80E MANUAL PDF

Larvanya ulatnya dikenal sebagai hama yang sangat merusak. Ulat yang tidak berbulu oleh awam biasa disebut ulat tentara atau ulat grayak. Ulat grayak Spodoptera litura merupakan salah satu hama yang menyerang tanaman cabai. Ulat grayak Spodoptera litura menyerang tanaman pada malam hari, sedangkan pada siang hari berada di dalam tanah.

EL84 DATASHEET PDF

Morphology[ edit ] There are slight but obvious differences in morphology between males and females of S. The orbicular spot on the forewing is also more pronounced in the males. Experimental results show that when S. Body utilization of the macro nutrients differed as well. Females were very efficient at converting the protein consumed into body growth and mass, reflecting the bodily requirements to produce eggs. Males, on the other hand, were more efficient at depositing lipid from ingested carbohydrates. This fits in well with the migration patterns associated with mating.

Related Articles